"Tolong buatkan telaahan staf untuk usulan ini" — lalu yang dikirim malah berupa nota dinas dua paragraf tanpa analisis apa pun. Atau sebaliknya, hal yang seharusnya cukup disampaikan lewat nota dinas singkat malah dibungkus jadi "telaahan staf" setebal tiga halaman tanpa kesimpulan yang jelas. Dua naskah dinas internal ini memang sering tertukar, padahal fungsinya sangat berbeda.

Artikel ini membahas perbedaan mendasar antara Nota Dinas dan Telaahan Staf, kapan masing-masing digunakan, struktur penulisannya, hingga kesalahan yang paling sering terjadi di lingkungan pemerintah daerah.

Dasar Hukum Tata Naskah Dinas

Di lingkungan pemerintah daerah, pedoman tata naskah dinas diatur dalam Permendagri Nomor 1 Tahun 2023 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Daerah, yang menggantikan Permendagri 54/2009. Bagi instansi pusat, pedoman serupa diatur melalui peraturan internal kementerian/lembaga masing-masing yang umumnya merujuk pada kaidah administrasi pemerintahan yang sama.

Permendagri 1/2023 mengelompokkan naskah dinas menjadi naskah dinas arahan, naskah dinas korespondensi, naskah dinas khusus, dan lain-lain. Nota Dinas dan Telaahan Staf sama-sama termasuk naskah dinas korespondensi internal — tetapi dengan tujuan dan bobot isi yang berbeda jauh.

Apa Itu Nota Dinas?

Nota Dinas adalah naskah dinas internal yang dibuat oleh pejabat dalam melaksanakan tugas untuk menyampaikan informasi, pemberitahuan, pernyataan, permintaan, atau penyampaian pendapat kepada pejabat lain — bersifat rutin, langsung, dan tidak memerlukan analisis mendalam.

Ciri utama Nota Dinas:

Struktur Nota Dinas

Bagian Isi
Kepala Kop instansi, kata "NOTA DINAS", nomor
Pembuka Yth. (tujuan), Dari (pengirim), Tanggal, Hal (perihal singkat)
Isi Uraian singkat informasi/permintaan/pemberitahuan — biasanya 1–3 paragraf
Penutup Kalimat penutup singkat, tanda tangan, nama, dan jabatan pengirim
Contoh Penggunaan Nota Dinas
Kepala Bidang Perencanaan mengirim nota dinas kepada seluruh Kasubbid untuk menyampaikan jadwal rapat persiapan Musrenbang, atau meminta data realisasi anggaran triwulan untuk keperluan rekapitulasi.

Apa Itu Telaahan Staf?

Telaahan Staf adalah naskah dinas yang dibuat oleh pejabat/staf yang berisi analisis, pertimbangan, dan rekomendasi atas suatu persoalan kepada atasan, sebagai bahan untuk pengambilan keputusan atau kebijakan. Berbeda dengan nota dinas, telaahan staf wajib memuat alur berpikir analitis — bukan sekadar menyampaikan informasi.

Struktur Telaahan Staf

Struktur baku telaahan staf mengikuti pola analisis berikut:

Bagian Isi
1. Persoalan Rumusan singkat masalah/isu yang memerlukan keputusan pimpinan
2. Praanggapan Asumsi atau dugaan yang dipakai sebagai dasar pemikiran (jika ada)
3. Fakta dan Data Data/informasi terkait persoalan, termasuk regulasi yang relevan
4. Analisis/Pembahasan Pengaruh fakta dan data terhadap persoalan, termasuk kelebihan dan kekurangan tiap opsi penyelesaian
5. Kesimpulan Inti hasil analisis — pilihan terbaik dari opsi yang ada
6. Saran/Rekomendasi Tindakan konkret yang disarankan kepada pimpinan, termasuk bentuk keputusan yang diperlukan
Contoh Penggunaan Telaahan Staf
Kepala Bidang diminta memberikan pertimbangan kepada Kepala Bappeda terkait usulan penambahan anggaran untuk kegiatan yang belum masuk Renja — telaahan staf akan memuat dasar hukum, analisis ketersediaan anggaran, dampak jika disetujui/ditolak, dan rekomendasi langkah yang sebaiknya diambil.

Tabel Perbandingan: Nota Dinas vs Telaahan Staf

Aspek Nota Dinas Telaahan Staf
Tujuan Menyampaikan informasi/pemberitahuan rutin Memberi pertimbangan untuk pengambilan keputusan
Isi Singkat, langsung pada poin Analisis berjenjang: persoalan → fakta → analisis → kesimpulan → saran
Tingkat Analisis Minim/tidak ada Wajib ada, mendalam dan terstruktur
Kapan Dipakai Hal rutin, administratif, koordinasi sehari-hari Persoalan yang butuh keputusan/kebijakan pimpinan
Panjang Tipikal Setengah hingga satu halaman Satu hingga beberapa halaman, tergantung kompleksitas
Hasil Akhir Tidak menuntut keputusan formal Menuntut keputusan/disposisi dari pimpinan

Cara Memilih: Nota Dinas atau Telaahan Staf?

Pertanyaan paling sederhana untuk menentukan jenis naskah yang tepat:

Cara Cepat Memilih
"Apakah pimpinan perlu mengambil keputusan atas beberapa opsi, ataukah pimpinan hanya perlu tahu/menindaklanjuti sesuatu yang sudah jelas?"

Jika perlu keputusan dengan pertimbangan → Telaahan Staf.
Jika hanya pemberitahuan, permintaan, atau koordinasi rutin → Nota Dinas.

Beberapa contoh skenario di lingkungan Bappeda/OPD:

Kesalahan Umum

Kesalahan #1 — Telaahan Staf Tanpa Rekomendasi Konkret
Banyak telaahan staf berhenti di bagian "kesimpulan" tanpa menyebutkan tindakan apa yang harus diambil pimpinan. Padahal inti telaahan staf justru ada di bagian saran/rekomendasi — pimpinan harus bisa langsung mendisposisikan "setuju" atau "tidak" berdasarkan rekomendasi tersebut.
Kesalahan #2 — Nota Dinas Dipakai untuk Hal yang Butuh Analisis
Mengirim "nota dinas" berisi usulan kebijakan tanpa data pendukung dan tanpa opsi — pimpinan jadi kesulitan mengambil keputusan karena tidak ada bahan analisis. Hal seperti ini seharusnya dibuatkan telaahan staf agar pimpinan punya dasar yang cukup untuk memutuskan.
Kesalahan #3 — Mencampur Format
Judul naskah "Nota Dinas" tetapi isinya mengikuti struktur telaahan staf (persoalan, fakta, analisis, dst), atau sebaliknya — judul "Telaahan Staf" tapi isinya hanya satu paragraf pemberitahuan. Kesesuaian judul dan struktur penting agar naskah mudah dipahami dan diproses sesuai alur kearsipan.
Tips Praktis
Gunakan fitur SiTelaah di website ini — AI Writer khusus untuk Nota Dinas dan Telaahan Staf. Cukup jelaskan persoalan dan konteksnya, SiTelaah akan membantu menyusun naskah dengan struktur yang sesuai, lengkap dengan analisis dan rekomendasi untuk telaahan staf, atau redaksi singkat dan lugas untuk nota dinas.

Penutup

Memilih jenis naskah dinas yang tepat bukan sekadar soal format — ini menentukan apakah pimpinan mendapatkan informasi yang cukup untuk bertindak. Nota Dinas menjaga komunikasi internal tetap efisien untuk hal-hal rutin, sementara Telaahan Staf memastikan keputusan penting diambil berdasarkan analisis yang matang, bukan sekadar feeling atau kebiasaan.

Sebelum menulis, tanyakan dulu pada diri sendiri: apakah ini sekadar informasi, atau apakah pimpinan perlu mempertimbangkan beberapa opsi untuk mengambil keputusan? Jawaban itu akan menentukan naskah mana yang seharusnya Anda buat.